Detail Potensi Desa

POTENSI DESA BANJAREJO

1. Sektor Perekonomian

       a. Pertanian

       Perekonomian di Desa Banjarejo pada umumnya didominasi dari sektor pertanian. Mayoritas tanaman yang ditanam adalah bawang merah, cabai, kubis, tomat, sawi, kentang, dll. Hasil panen akan didistribusikan ke tengkulak. Sedangkan untuk kentang dapat dijual sebagai bibit tanaman dan juga diolah menjadi keripik. Beberapa hasil panen lainnya dapat disimpan untuk keperluan petani itu sendiri. Penghasilan terbesar didapatkan dari penjualan bawang merah dan kentang. Hal ini dikarenakan kondisi geografis Desa Banjarejo yang bersuhu dingin cocok digunakan sebagai lahan untuk menanam bawang merah dan kentang sehingga menghasilkan kualitas bawang merah dan kentang yang bagus dan berdaya jual tinggi. Masyarakat dapat membeli bawang merah dan kentang langsung dari petani, warung, melijo atau tengkulak. Harga bawang merah sendiri berkisar antara Rp. 15.000-20.000 per kg, dan untuk kentang seharga 10.000-13.000 per kg.

       b. Peternakan

       Selain pertanian, perekonomian di Desa Banjarejo didukung oleh sektor peternakan. Mayoritas hewan ternak adalah sapi perah. Letak geografis Desa Banjarejo yang bersuhu dingin cocok digunakan untuk beternak sapi perah sehingga kualitas susu yang dihasilkan bagus dan baik untuk kesehatan tubuh. Susu yang dihasilkan dari beternak akan disetorkan ke KUD ( Koperasi Unit Desa ) yang kemudian akan didistribusikan ke perusahaan susu perah. Selain itu masyarakat dapat membeli susu murni langsung dari penjual dan KUD seharga Rp. 5.000-6.000 per liter. Selain sapi,hewan ternak yang lainnya adalah ayam. Masyarakat Desa Banjarejo mulai bertenak ayam pada awal tahun 2021.

 

       2. Sektor Sosial dan Kemasyarakatan

       Kondisi sosial masyarakat Desa Banjarejo cenderung masih menganut budaya paternalistic. Meskipun demikian pola budaya seperti ini dapat dikembangkan sebagai kekuatan dalam pembangunan yang bersifat mobilisasi masa. Dengan menganut kebudayaan seperti ini membuat penduduk desa tidak mudah terpengaruh oleh budaya asing,dan memegang teguh budaya tradisional. Untuk organisasi sosial masyarakat tidak terlepas dari naungan pemerintah Desa. Adapun kesenian yang masih mempertahankan budaya di wilayah Desa Banjarejo sebagai berikut:

       ~ Seni Dangdut Lesehan / Elektun  : 1 Unit

       ~ Seni Campur sari                          : 1 Unit

       ~ Seni kuda lumping                        : 4 Unit

       ~ Seni Pencak silat                          : 11 Unit

       ~ Seni Macapatan                            : 1 Unit

       ~ Seni Terbang Jidor                        : 2 Unit

       ~ Seni Drum Band                            : 1 Unit

       Selain budaya seni juga terdapat budaya adat secara rutin setiap tahun sekali masing-masing Dusun mengadakan upacara adat / selamatan Dusun, dan mempunyai hari sebagai berikut:,

       ~ Dusun Laju mengadakan upcara adat / selamatan Dusun hari selasa kliwon

       ~ Dusun Babeh mengadakan upcara adat / selamatan Dusun hari minggu kliwon

       ~ DusunTurus mengadakan upcara adat / selamatan Dusun hari selasa kliwon

       ~ Dusun Selobrojo mengadakan upcara adat  / selamatan Dusun hari selasa kliwon.

       Keempat Dusun tersebut setiap tahunya rutin mengadakan selamatan Dusun masing-masing, mengadakan kesenian serta berbagai penampilan atau hiburan rakyat ( tayub campursari ) selain itu juga diadakan sesaji di punden masing-masing Dusun. Untuk kegiatan bidang agama seperti jama’ah tahlil ditiap-tiap RT maupun lingkungan, jama’ah yasin, jama’ah tiba’diadakan rutin seminggu sekali ditingkat Dusun se Desa Banjarejo.

 

       3. Sektor Pendidikan, Kesehatan, dan KESRA

       Desa Banjarejo dalam penyelenggaraan pendidikan saat ini cukup baik, hal ini ditunjukan dengan keberhasilan dalam mengurangi jumlah penduduk buta aksara dan putus sekolah. Sedangkan sarana pendidikan formal cukup memadai, hal ini ditandai dengan meningkatnya kualitas peserta didik. Pemerintah Desa bersama masyarakat telah  melakukan peningkatan sarana pendidikan berupa, TPA/TPQ, Madrasah, TK, PAUD, disamping pendidikan formal juga meningkatkan aklakhul kharimah menuju masyarakat yang agamis. Untuk sarana pendidikan Desa Banjarejo memiliki gedung TK, MI, Madrasah sebanyak 7 unit, gedung sekolah SD sebanyak 4 unit, dan gedung sekolah SLTP sejumlah 1 unit.

       Untuk sektor kesehatan masyakarat Desa Banjarejo rutin mengadakan kegiatan posyandu untuk balita dan lansia. Selain itu, untuk menghadapi virus Covid-19 pemerintah Desa menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti memakai masker saat berpergian, menghindari kerumuman, dan menjaga kesehatan. Hal itu dilaksanakan sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Untuk penduduk yang berasal dari luar daerah Desa Banjarejo wajib melakukan tes swab/ antigen/ rapid dan wajib menjalani isolasi mandiri untuk beberapa hari. Selain itu, disediakan posko disetiap dusun untuk karantina penduduk yang diduga terkonfirmasi virus Covid-19.

 

       4. Sektor Organisasi Pemuda

       Masalah pemuda dan kepemudaan yang merupakan hasil dari besarnya jumlah penduduk dengan komposisi usia muda memerlukan perhatian yang serius, mengingat banyak munculnya permasalahan ,kenakalan remaja, pengangguran, penyalahgunaan obat terlarang, dan tindak kriminal lainya.Sejalan dengan kondisi seperti ini, Pemerintah Desa telah melakukan pembinaan-pembinaan yang bekerja sama dengan instansi terkait Pemerintah maupun di bidang pembinaan mental melalui kerohanian,olahraga, organisasi Karang Taruna, dll.

Potensi Desa Terkait